Wisata sejarah Jawa Timur berpusat pada situs Majapahit di Trowulan, candi di Kediri dan Blitar, makam Wali Songo, serta monumen perjuangan Surabaya.
Ringkasan Inti
- Kerajaan Majapahit berdiri sekitar tahun 1293 dan berpusat di kawasan Trowulan, Mojokerto (rujukan sejarah nasional dan Museum Trowulan).
- Lima dari sembilan makam Wali Songo berada di Jawa Timur, yaitu di Surabaya, Gresik, Tuban, dan Lamongan.
- Candi Penataran di Blitar dan candi-candi di Malang serta Kediri mewakili peninggalan era Hindu-Buddha.
- Surabaya dan Blitar menawarkan sejarah perjuangan dan tokoh proklamator.
- Etika berkunjung ke situs sejarah dan religi wajib dijaga agar lokasi tetap lestari.
1. Apa Saja Situs Majapahit yang Bisa Dikunjungi di Trowulan?
Situs Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mencakup Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Gapura Wringin Lawang, Kolam Segaran, dan Museum Trowulan.
Kerajaan Majapahit berdiri sekitar tahun 1293, dan kawasan Trowulan dikenal sebagai pusat pemerintahannya. Candi Bajang Ratu berupa gapura bata merah yang megah. Candi Tikus berupa petirtaan atau kolam pemandian yang tertata rapi. Gapura Wringin Lawang berdiri menjulang di antara permukiman, sedangkan Kolam Segaran menjadi bukti penataan air pada masa itu. Museum Trowulan menyimpan temuan arkeologis dari kawasan sekitarnya. Kunjungan dapat dilakukan dalam satu hari dengan kendaraan pribadi atau sepeda.
2. Candi Apa Saja yang Layak Dikunjungi di Jawa Timur?
Candi yang layak dikunjungi di Jawa Timur meliputi Candi Penataran di Blitar, Candi Singosari dan Candi Jago di Malang, Candi Jawi di Pasuruan, serta Candi Surowono di Kediri.
Candi Penataran di Kabupaten Blitar merupakan kompleks candi besar dengan banyak bangunan dan relief. Candi Singosari dan Candi Jago di Kabupaten Malang berkaitan dengan era Kerajaan Singasari. Candi Jawi di Kabupaten Pasuruan memperlihatkan gaya arsitektur khas Jawa Timur. Candi Surowono di Kabupaten Kediri dikenal lewat relief yang menarik. Setiap situs memiliki aturan pengunjung sendiri, sehingga jangan memanjat struktur candi atau menyentuh relief secara berlebihan.
3. Di Mana Makam Wali Songo di Jawa Timur?
Makam Wali Songo di Jawa Timur berada di Surabaya (Sunan Ampel), Gresik (Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim), Tuban (Sunan Bonang), dan Lamongan (Sunan Drajat).
Dengan demikian, lima dari sembilan makam Wali Songo berada di Jawa Timur. Kawasan Masjid Sunan Ampel di Surabaya termasuk yang paling ramai dikunjungi peziarah. Kompleks makam di Gresik, Tuban, dan Lamongan juga menerima kunjungan sepanjang tahun. Pengunjung sebaiknya berpakaian sopan, menjaga ketenangan, dan mengikuti aturan pengelola setempat. Wisata ziarah umumnya ramai pada akhir pekan dan hari besar keagamaan, sehingga perencanaan waktu sangat membantu.
Baca Juga
4. Apa Wisata Sejarah Perjuangan di Surabaya dan Blitar?
Wisata sejarah perjuangan di Jawa Timur berpusat pada Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember di Surabaya serta Makam Bung Karno dan Istana Gebang di Blitar.
Tugu Pahlawan dan museum di bawahnya menceritakan peristiwa pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Monumen Kapal Selam dan kawasan Jembatan Merah melengkapi kunjungan sejarah di Surabaya. Di Blitar, Makam Bung Karno menjadi tujuan ziarah, sedangkan Istana Gebang dan perpustakaan proklamator melengkapi pemahaman tentang tokoh tersebut. Kedua kota dapat dipadukan dengan wisata kota pada panduan kota di Jawa Timur.
5. Situs Sejarah Apa yang Ada di Ngawi, Madura, dan Kawasan Lain?
Situs sejarah lain di Jawa Timur mencakup Benteng Pendem Van den Bosch di Ngawi dan Keraton Sumenep di Madura, yang mewakili era kolonial dan kesultanan.
Benteng Van den Bosch di Ngawi merupakan bangunan pertahanan masa kolonial yang dapat dijelajahi pengunjung. Keraton Sumenep di Madura menyimpan arsitektur dan koleksi pusaka, dan masjid tua di sekitarnya menambah nilai budaya kawasan itu. Kesenian Reog di Ponorogo juga menjadi bagian penting wisata budaya, terutama saat pertunjukan diselenggarakan. Wisatawan dapat memadukan situs-situs ini dengan destinasi alam seperti Telaga Ngebel dan Pantai Lombang.
6. Bagaimana Etika Berkunjung ke Situs Sejarah dan Religi?
Etika berkunjung ke situs sejarah dan religi di Jawa Timur meliputi berpakaian sopan, menjaga ketenangan, tidak merusak cagar budaya, dan mengikuti arahan juru pelihara.
Situs cagar budaya bersifat rapuh dan tidak tergantikan, sehingga jangan mencoret, memanjat, atau membawa pulang benda apa pun dari lokasi. Di makam dan masjid, ikuti aturan mengenai area foto, waktu ibadah, dan batas area khusus. Bawa sampah sendiri, gunakan jasa pemandu resmi bila tersedia, dan periksa jam buka karena dapat berubah pada hari libur atau saat ada kegiatan keagamaan.
7. Bagaimana Menyusun Rute Wisata Sejarah di Jawa Timur?
Rute wisata sejarah Jawa Timur yang efisien menghubungkan Surabaya, Gresik, Mojokerto atau Trowulan, Malang, dan Blitar dalam urutan geografis agar waktu perjalanan tidak terbuang.
Contoh susunan yang lazim adalah hari pertama di Surabaya untuk Tugu Pahlawan dan Masjid Sunan Ampel, lalu Gresik untuk makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Hari kedua dapat dilanjutkan ke Trowulan. Hari ketiga dan keempat ke Malang, lalu Blitar untuk Candi Penataran dan Makam Bung Karno. Waktu tempuh dapat bervariasi tergantung lalu lintas dan musim. Untuk konteks seluruh provinsi, baca panduan objek wisata Jawa Timur. Bila ingin menyeimbangkan dengan alam, lihat wisata alam Jawa Timur.
- Mulai dari Trowulan untuk Majapahit, Blitar untuk candi dan proklamator, serta Surabaya untuk perjuangan dan ziarah.
- Susun rute berurutan secara geografis agar perjalanan efisien.
- Jaga etika: berpakaian sopan, tidak merusak situs, dan patuhi aturan setempat.
- Padukan dengan panduan kota di Jawa Timur untuk menentukan basis menginap.